MENINGKATKAN kecerdasan dan kreativitas
jauh lebih efektif dilakukan pada masa kanak-kanak, bahkan sebelum masa
sekolah (usia prasekolah). Banyak orang tua mendambakan anak yang
cerdas. Namun tidak banyak yang tahu, cara paling efektif mendidik anak
menjadi lebih cerdas.
Berdasarkan hasil sejumlah riset di
bidang pendidikan, kedokteran, dan psikologi, ditemukan 9 rahasia
kecerdasan anak, yang seyogyanya menjadi pedoman bagi orang tua dalam
mendidik anak menjadi lebih cerdas. Apa saja 9 rahasia kecerdasan anak
tersebut? Berikut ulasannya:
Perubahan-perubahan dalam kemampuan mental paling besar terjadi pada
masa otak mengalami pertumbuhan yang paling pesat, yaitu pada masa
kanak-kanak. Pada umur 4 tahun, anak telah mencapai separuh dari
kemampuan kecerdasannya dan pada umur 8 tahun ia mencapai 80%. Setelah
umur 8 tahun, tanpa melihat bentuk pendidikan dan lingkungan yang
diperoleh, kemampuan kecerdasannya hanya dapat diubah sebanyak 20%.
Setelah dewasa, pertumbuhan otak makin menurun seiring dengan
bertambahnya umur.
Taraf kecerdasan anak tidak terbentuk dan terpola sejak lahir dan sangat dipengaruhi faktor lingkungan. Lingkungan
dapat meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan anak, terutama
pada masa-masa permulaan kehidupannya. Anggapan bahwa Anak memiliki
taraf kecerdasan yang sudah terbentuk dan memiliki tempo perkembangan
yang tidak bisa diubah adalah salah.
Rangsangan di masa kecil bisa mengubah ukuran dan fungsi kimiawi
dari otak. Di sisi lain, ada suatu batas waktu dimana sel-sel otak tidak
dapat digiatkan lagi dengan mudah. Terkait dengan hal ini, faktor
keturunan menentukan batas tertinggi bagi taraf kecerdasan anak. Tetapi
batas ini demikian tinggi sehingga para sarjana yakin tidak seorang
manusia pun yang pernah mencapainya.
Terdapat masa-masa peka pada kehidupan anak terhadap beberapa jenis
pembelajaran. Masa peka ini merupakan tingkatan dalam perkembangan
dimana keadaan otak yang sedang tumbuh memudahkan anak untuk melakukan
beberapa jenis pembelajaran tertentu. Setelah masa peka ini lewat, akan
sulit atau kadang-kadang tidak mungkin lagi untuk melakukan jenis
pembelajaran tersebut.
Kemampuan berbicara adalah hal yang sulit dan merupakan salah satu
faktor penentu kecerdasan. Dan anak-anak berhasil melakukannya sebelum
umur lima tahun. Terkait dengan hal ini, Anak-anak lebih mudah belajar
bahasa kedua atau ketiga pada tahun-tahun pertama dari kehidupannya
dibandingkan masa-masa selanjutnya. Ini adalah pengaruh sifat
phisiologis yang terdapat pada otak.
Cortex dari otak seorang anak secara kasar dapat dianalogikan
sebagai komputer, yang harus diberi ‘program’ sebelum dapat bekerja
secara efektif. Anak memberi program pada otaknya dengan jalan
mengirimkan rangsangan-rangsangan sensorik yang berasal dari mata,
telinga, hidung, mulut dan perabaan ke otak melalui saraf-saraf. Lebih
banyak rangsangan sensorik yang merangsang otak, lebih besar pula
kemampuan otak untuk berfungsi secara cerdas.
Setiap anak memiliki dorongan untuk eksplorasi (menyelidiki),
memeriksa, mencoba, mencari hal-hal baru, belajar menggunakan alat-alat
inderanya, dan memuaskan rasa ingin tahunya yang sangat besar. Dorongan
itu sama kuatnya dengan rasa lapar, haus dan dorongan lainnya yang dapat
disebut dorongan primer. Setiap kali anak terdorongan untuk melakukan
sesuatu, maka ia akan belajar untuk melakukannya. Ia mencoba,
mengulangi, meneliti dan berusaha untuk menguasai lingkungannya sebanyak
mungkin terutama demi kegembiraannya yang dirasakannya dalam melakukan
kegiatan itu.
Belajar pada dasarnya bisa menyenangkan dan anak kecil akan belajar
dengan sendirinya bila usaha-usaha mereka tidak diganggu oleh
tekanan-tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman ataupun rasa takut.
Dalam hal ini suasana rumah dan cara mengasuh anak, sangat berpengaruh
terhadap minat dan motivasi anak untuk belajar.
Semakin banyak yang dilihat dan didengar oleh anak, semakin banyak
pula yang ingin diketahuinya. Semakin beraneka ragam
rangsangan-rangsangan lingkungan yang pernah dihadapinya, semakin besar
pula kemampuannya untuk mengatasi atau menguasai rangsangan-rangsangan
itu.
*disarikan dari berbagai sumber
0 komentar:
Posting Komentar